Tips  

Cara Menghubungkan Aplikasi Android dengan Database

Cara Menghubungkan Aplikasi Android dengan Database
Cara Menghubungkan Aplikasi Android dengan Database

Halo Sobat TeknoPulsa, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara menghubungkan aplikasi android dengan database. Sebelum kita mulai, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu database.

Apa itu Database?

Database adalah kumpulan data yang tersimpan secara terorganisir di dalam sebuah sistem komputer. Data yang tersimpan di dalam database dapat diakses dan diolah dengan menggunakan perangkat lunak tertentu.

Dalam pembuatan aplikasi android, penggunaan database sangatlah penting untuk menyimpan data-data yang dibutuhkan oleh aplikasi tersebut. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang cara menghubungkan aplikasi android dengan database, mari kita bahas terlebih dahulu jenis-jenis database yang sering digunakan dalam pembuatan aplikasi android.

Jenis-jenis Database dalam Pembuatan Aplikasi Android

Terdapat beberapa jenis database yang umum digunakan dalam pembuatan aplikasi android, antara lain:

  • SQLite
  • MySQL
  • PostgreSQL
  • Oracle Database

SQLite adalah jenis database yang biasanya digunakan dalam aplikasi android karena ukurannya yang kecil dan mudah digunakan. Namun, jika Anda memiliki kebutuhan yang lebih kompleks, Anda dapat menggunakan jenis database yang lain seperti MySQL atau PostgreSQL.

Cara Menghubungkan Aplikasi Android dengan Database

Langkah pertama dalam menghubungkan aplikasi android dengan database adalah dengan menambahkan library database ke dalam proyek android Anda. Untuk aplikasi android yang menggunakan SQLite sebagai database, Anda dapat menambahkan library SQLite dengan menambahkan kode berikut di dalam file build.gradle:

implementation 'com.android.support:support-sqlite:28.0.0'

Setelah menambahkan library database, langkah selanjutnya adalah dengan membuat kelas database helper. Kelas ini akan digunakan untuk membuat dan mengatur database. Berikut adalah contoh kode untuk membuat kelas database helper:

public class DatabaseHelper extends SQLiteOpenHelper {private static final String DATABASE_NAME = "nama_database";private static final int DATABASE_VERSION = 1;public DatabaseHelper(Context context) {super(context, DATABASE_NAME, null, DATABASE_VERSION);}@Overridepublic void onCreate(SQLiteDatabase db) {String createTable = "CREATE TABLE nama_tabel (id INTEGER PRIMARY KEY, nama TEXT, alamat TEXT)";db.execSQL(createTable);}@Overridepublic void onUpgrade(SQLiteDatabase db, int oldVersion, int newVersion) {db.execSQL("DROP TABLE IF EXISTS nama_tabel");onCreate(db);}}

Pada kode di atas, kita membuat kelas DatabaseHelper yang merupakan turunan dari kelas SQLiteOpenHelper. Di dalam kelas DatabaseHelper, kita mendefinisikan nama database dan versi database yang akan digunakan. Kemudian, di dalam metode onCreate(), kita membuat tabel dalam database dengan menggunakan perintah SQL “CREATE TABLE”. Jika terjadi perubahan versi database, kita dapat menggunakan metode onUpgrade() untuk menghapus tabel lama dan membuat tabel baru.

Baca Juga:   Cara Membuat Rekap Instagram 2021

Setelah kita membuat kelas DatabaseHelper, langkah selanjutnya adalah dengan membuat kelas model. Kelas model digunakan untuk merepresentasikan data yang akan disimpan di dalam database. Berikut adalah contoh kode untuk membuat kelas model:

public class DataModel {private int id;private String nama;private String alamat;public DataModel(int id, String nama, String alamat) {this.id = id;this.nama = nama;this.alamat = alamat;}public int getId() {return id;}public void setId(int id) {this.id = id;}public String getNama() {return nama;}public void setNama(String nama) {this.nama = nama;}public String getAlamat() {return alamat;}public void setAlamat(String alamat) {this.alamat = alamat;}}

Pada kode di atas, kita membuat kelas DataModel yang memiliki tiga atribut yaitu id, nama, dan alamat. Setiap atribut memiliki getter dan setter untuk mengakses dan mengubah nilai atribut.

Setelah kita membuat kelas DatabaseHelper dan kelas model, langkah selanjutnya adalah dengan membuat kelas DAO (Data Access Object). Kelas DAO digunakan untuk mengakses dan mengelola data di dalam database. Berikut adalah contoh kode untuk membuat kelas DAO:

public class DataDAO {private SQLiteDatabase database;private DatabaseHelper dbHelper;public DataDAO(Context context) {dbHelper = new DatabaseHelper(context);}public void open() throws SQLException {database = dbHelper.getWritableDatabase();}public void close() {dbHelper.close();}public void insertData(DataModel data) {ContentValues values = new ContentValues();values.put("nama", data.getNama());values.put("alamat", data.getAlamat());database.insert("nama_tabel", null, values);}public List getAllData() {List dataList = new ArrayList<>();Cursor cursor = database.query("nama_tabel", null, null, null, null, null, null);cursor.moveToFirst();while (!cursor.isAfterLast()) {DataModel data = new DataModel(cursor.getInt(cursor.getColumnIndex("id")),cursor.getString(cursor.getColumnIndex("nama")),cursor.getString(cursor.getColumnIndex("alamat")));dataList.add(data);cursor.moveToNext();}cursor.close();return dataList;}}

Pada kode di atas, kita membuat kelas DataDAO yang memiliki dua atribut yaitu database dan dbHelper. Di dalam metode open(), kita membuka koneksi ke database. Di dalam metode close(), kita menutup koneksi ke database. Di dalam metode insertData(), kita menggunakan ContentValues untuk memasukkan data ke dalam database. Di dalam metode getAllData(), kita menggunakan Cursor untuk mengambil semua data dari tabel dan memasukkannya ke dalam List.

Setelah kita membuat kelas DatabaseHelper, kelas model, dan kelas DAO, langkah terakhir adalah dengan menghubungkan aplikasi android dengan database. Berikut adalah contoh kode untuk menghubungkan aplikasi android dengan database:

public class MainActivity extends AppCompatActivity {private DataDAO dataDAO;@Overrideprotected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {super.onCreate(savedInstanceState);setContentView(R.layout.activity_main);dataDAO = new DataDAO(this);dataDAO.open();DataModel data = new DataModel(1, "nama", "alamat");dataDAO.insertData(data);List dataList = dataDAO.getAllData();for (DataModel data : dataList) {Log.d("data", data.getNama() + " - " + data.getAlamat());}dataDAO.close();}}

Pada kode di atas, kita membuat kelas MainActivity yang merupakan turunan dari kelas AppCompatActivity. Di dalam metode onCreate(), kita membuat objek DataDAO dan membuka koneksi ke database. Kemudian, kita memasukkan data ke dalam database dengan menggunakan metode insertData(). Setelah itu, kita mengambil semua data dari database dengan menggunakan metode getAllData() dan menampilkan hasilnya di dalam LogCat.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara menghubungkan aplikasi android dengan database. Dalam pembuatan aplikasi android, penggunaan database sangatlah penting untuk menyimpan data-data yang dibutuhkan oleh aplikasi tersebut. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat dengan mudah menghubungkan aplikasi android dengan database. Selamat mencoba!

Sampai jumpa kembali di artikel TeknoPulsa menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *